Waikabubak, 05 – 06 November 2025 — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Koperasi bagi pengurus koperasi di wilayah Kabupaten Sumba Barat, khususnya bagi KSP/USP. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola koperasi agar patuh dan adaptif terhadap ketentuan perundang-undangan terbaru terkait kategori koperasi close-loop dan open-loop.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk membahas implikasi regulasi baru bagi koperasi yang menjalankan usaha jasa keuangan. Peserta mendapatkan paparan mengenai perbedaan karakteristik koperasi close-loop (layanan terbatas untuk anggota) dan koperasi open-loop (layanan terbuka untuk umum/non-anggota), serta kewajiban perizinan dan mekanisme pengawasan yang berbeda antara keduanya.
Kepala Dinas menyatakan bahwa penguatan tata kelola bukan hanya soal kepatuhan administratif, melainkan juga upaya menjaga prinsip koperasi—demokrasi ekonomi, kemandirian, dan perlindungan anggota—sehingga koperasi dapat berperan optimal dalam perekonomian daerah. “Melalui pelatihan ini, kami berharap pengurus koperasi mampu menyusun kebijakan internal, prosedur pengelolaan keuangan, dan mekanisme transparansi yang sesuai dengan ketentuan terbaru,” ujar Kepala Dinas.
Materi utama pelatihan meliputi:
1. Aturan dalam Rapat Anggota
2. Panduan Pembuatan dan Penyusunan PERSUS USP
3. Administrasi Organisasi dan Pembukuan Koperasi
4. Mengelola Risiko
5. Perbaikan Tata Kelola KSPUSP
Pelatihan ini juga memfasilitasi sesi tanya-jawab dan pembimbingan teknis bagi koperasi yang sedang dalam proses penilaian kategori. Bagi koperasi yang tergolong open-loop, narasumber menekankan pentingnya penyesuaian perizinan serta koordinasi dengan OJK sesuai ketentuan yang berlaku agar operasional jasa keuangan berjalan aman dan terawasi.
Kepala Bidang Pembinaan Koperasi menambahkan bahwa program pembinaan berkelanjutan akan dilanjutkan dengan pendampingan audit tata kelola dan workshop penyusunan laporan keuangan yang transparan. “Kami berkomitmen membantu koperasi di Sumba Barat bertransformasi — tetap menjaga semangat koperasi sambil memenuhi standar pengawasan dan perlindungan publik,” tambahnya.
Pelatihan diikuti oleh perwakilan pengurus dari koperasi simpan-pinjam, koperasi produsen, dan koperasi jasa di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumba Barat. Para peserta diharapkan kembali ke organisasi masing-masing dengan rencana aksi (workplan) untuk memperbaiki tata kelola dan mempersiapkan diri menghadapi penilaian kategori close-loop/open-loop.

