Optimalisasi Pelayanan Sentra Dekranasda melalui Kegiatan Bazaar UMKM

Dalam rangka optimalisasi pelayanan Sentra Dekranasda, kegiatan Bazaar UMKM dilaksanakan pada tanggal 27–29 November 2025 di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini berlangsung setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA dan menjadi sarana strategis dalam mendukung promosi serta pemasaran produk unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.

Bazaar UMKM menghadirkan berbagai produk lokal, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, dan hasil olahan kreatif lainnya. Melalui kegiatan ini, Sentra Dekranasda diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Antusiasme masyarakat yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan menjadi indikator positif terhadap peran Bazaar UMKM sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kabupaten Sumba Barat.

 

Optimalisasi Pelayanan Sentra Dekranasda yang dipadukan dengan kegiatan Bazaar UMKM

Dinas Koperindag Sumba Barat menginformasikan bahwa kegiatan optimalisasi pelayanan Sentra Dekranasda yang dipadukan dengan bazaar UMKM akan dilaksanakan pada 27–29 November 2025 pukul 16.00–22.00 WITA di sepanjang Jl. Ahmad Yani, Kota Waikabubak, dan masyarakat umum diundang untuk menikmati ragam produk lokal serta hiburan live music. Mari hadir dan meramaikan kegiatan ini.

PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH

Kamis,20-22 November 2025
Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selama tiga hari di Kabupaten Sumba Barat (Aula Hotel Pelita) diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengurus koperasi agar mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan berdaya saing. Pelatihan ini diikuti oleh jajaran pengurus inti koperasi yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, dengan pembagian materi yang disesuaikan dengan peran masing-masing.

Hari Pertama – Pelatihan untuk Ketua Pengurus

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan ketua pengurus koperasi. Peserta memperoleh materi mengenai peran strategis ketua dalam memimpin organisasi, penguatan visi-misi koperasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta manajemen konflik internal. Selain itu, peserta dibekali dengan pemahaman tentang pengembangan rencana kerja tahunan, strategi pembinaan anggota, dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas koperasi. Sesi diskusi dan studi kasus membantu ketua pengurus mengasah kemampuan dalam merespons dinamika organisasi secara efektif dan bijaksana.

Hari Kedua – Pelatihan untuk Sekretaris

Hari kedua difokuskan pada peningkatan keterampilan administrasi dan tata kelola dokumen bagi para sekretaris koperasi. Materi yang diberikan mencakup teknik pencatatan administrasi, penyusunan notulen rapat, pengelolaan arsip, penyusunan laporan kegiatan, serta tata cara korespondensi resmi koperasi. Peserta juga mempelajari penggunaan teknologi sederhana untuk mendukung administrasi yang lebih tertib dan efisien. Melalui simulasi penyusunan dokumen dan praktik langsung, sekretaris diharapkan mampu mengelola administrasi koperasi secara profesional dan sistematis.

Hari Ketiga – Pelatihan untuk Bendahara

Pada hari ketiga, pelatihan diperuntukkan bagi bendahara koperasi dengan fokus pada penguatan kapasitas pengelolaan keuangan. Peserta menerima materi mengenai prinsip akuntansi koperasi, pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan bulanan dan tahunan, pengelolaan kas, hingga mekanisme audit internal. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya transparansi keuangan sebagai dasar kepercayaan anggota. Sesi praktik pencatatan dan simulasi laporan keuangan menjadi ajang bagi bendahara untuk menerapkan langsung teknik yang diajarkan.

Dengan terselenggaranya pelatihan yang terstruktur berdasarkan tugas dan fungsi pengurus, diharapkan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sumba Barat dapat dikelola dengan lebih baik, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pelatihan Olahan Kacang Mente: Inovasi Baru untuk Kesejahteraan Masyarakat Tana Righu

Dalam rangka meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal, Dinas Koperindag Kabupaten Sumba Barat mengadakan pelatihan olahan kacang mente yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 Oktober 2025 di Kecamatan Tana Righu. Kegiatan ini diikuti oleh petani, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai cara mengolah kacang mente menjadi produk-produk bernilai tinggi seperti kacang mente panggang, kacang mente cokelat, serta olahan kacang mente lainnya yang dapat dijadikan peluang usaha. Para peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dalam bidang pengolahan kacang mente yang telah berpengalaman dalam memproduksi berbagai produk olahan berbahan dasar kacang mente.

Selama tiga hari pelatihan, peserta tidak hanya diberi materi teoritis mengenai teknik pengolahan kacang mente, tetapi juga dilatih secara langsung melalui sesi praktek. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan produk olahan, mulai dari pemilihan bahan baku kacang mente yang berkualitas, pengolahan hingga pengemasan yang menarik.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya pemasaran produk olahan kacang mente, baik melalui pasar lokal maupun secara daring, guna memperluas jangkauan pasar.

Pada hari terakhir pelatihan, para peserta memamerkan hasil olahan mereka yang telah diproduksi selama kegiatan, dan mendapatkan masukan serta evaluasi dari para instruktur dan pihak terkait. Diharapkan, melalui pelatihan ini, masyarakat di Kecamatan Tana Righu dapat mengembangkan usaha berbasis olahan kacang mente yang dapat meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan industri olahan kacang mente yang berkelanjutan, serta membuka peluang kerja dan pasar yang lebih luas bagi masyarakat di Kecamatan Tana Righu.

Meningkatkan Daya Saing UMKM: Sosialisasi Penguatan Jaringan dan Pemasaran di Sumba Barat

12 November 2025

Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

Dinas Koperindag Kabupaten Sumba Barat menggelar Sosialisasi Penguatan Jaringan dan Perluasan Pemasaran pada 12 November 2025 di Restoran dan Cafe Cemara, yang dihadiri oleh lebih dari  peserta dari pelaku UMKM, lembaga permodalan, pengusaha, dan lembaga pendukung lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang strategi pemasaran modern dan cara mengembangkan jaringan bisnis. Kepala Dinas Koperindag, Agustinus Elia Jaha, SH, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperluas pasar produk lokal. “Dengan memperkuat jaringan dan pemasaran, UMKM kita dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selama sosialisasi, para peserta diberikan materi tentang penggunaan platform digital untuk memasarkan produk, serta peluang pembiayaan melalui lembaga permodalan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk berbagi pengalaman dan diskusi antara pelaku UMKM dan lembaga pendukung usaha. Diharapkan, acara ini dapat mempererat kolaborasi antara semua pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas jangkauan pasar produk UMKM Sumba Barat.

PELATIHAN PENGUATAN TATA KELOLA KELEMBAGAAN KOPERASI

Waikabubak, 05 – 06 November 2025 — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Koperasi bagi pengurus koperasi di wilayah Kabupaten Sumba Barat, khususnya bagi KSP/USP. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola koperasi agar patuh dan adaptif terhadap ketentuan perundang-undangan terbaru terkait kategori koperasi close-loop dan open-loop.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk membahas implikasi regulasi baru bagi koperasi yang menjalankan usaha jasa keuangan. Peserta mendapatkan paparan mengenai perbedaan karakteristik koperasi close-loop (layanan terbatas untuk anggota) dan koperasi open-loop (layanan terbuka untuk umum/non-anggota), serta kewajiban perizinan dan mekanisme pengawasan yang berbeda antara keduanya.

Kepala Dinas menyatakan bahwa penguatan tata kelola bukan hanya soal kepatuhan administratif, melainkan juga upaya menjaga prinsip koperasi—demokrasi ekonomi, kemandirian, dan perlindungan anggota—sehingga koperasi dapat berperan optimal dalam perekonomian daerah. “Melalui pelatihan ini, kami berharap pengurus koperasi mampu menyusun kebijakan internal, prosedur pengelolaan keuangan, dan mekanisme transparansi yang sesuai dengan ketentuan terbaru,” ujar Kepala Dinas.

Materi utama pelatihan meliputi:

1. Aturan dalam Rapat Anggota
2. Panduan Pembuatan dan Penyusunan PERSUS USP
3. Administrasi Organisasi dan Pembukuan Koperasi
4. Mengelola Risiko
5. Perbaikan Tata Kelola KSPUSP

Pelatihan ini juga memfasilitasi sesi tanya-jawab dan pembimbingan teknis bagi koperasi yang sedang dalam proses penilaian kategori. Bagi koperasi yang tergolong open-loop, narasumber menekankan pentingnya penyesuaian perizinan serta koordinasi dengan OJK sesuai ketentuan yang berlaku agar operasional jasa keuangan berjalan aman dan terawasi.

Kepala Bidang Pembinaan Koperasi menambahkan bahwa program pembinaan berkelanjutan akan dilanjutkan dengan pendampingan audit tata kelola dan workshop penyusunan laporan keuangan yang transparan. “Kami berkomitmen membantu koperasi di Sumba Barat bertransformasi — tetap menjaga semangat koperasi sambil memenuhi standar pengawasan dan perlindungan publik,” tambahnya.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan pengurus dari koperasi simpan-pinjam, koperasi produsen, dan koperasi jasa di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumba Barat. Para peserta diharapkan kembali ke organisasi masing-masing dengan rencana aksi (workplan) untuk memperbaiki tata kelola dan mempersiapkan diri menghadapi penilaian kategori close-loop/open-loop.