Geliat Ekonomi Baru, Pasar Sodan Sumba Barat Resmi Beroperasi Kembali Setiap Hari Kamis

SUMBA BARAT – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumba Barat resmi mengumumkan pengaktifan dan pengoperasian kembali Pasar Sodan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menggairahkan kembali roda perekonomian masyarakat, memperluas akses pasar bagi petani dan pengrajin lokal, serta memenuhi kebutuhan pokok warga sekitar.

Berbeda dari dinamika sebelumnya, Pasar Sodan kini dijadwalkan akan beroperasi secara rutin setiap hari Kamis mulai minggu ini.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat menyampaikan bahwa pengaktifan kembali pasar ini diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut. Pemerintah juga telah memastikan kesiapan fasilitas sarana dan prasarana penunjang demi kenyamanan para pedagang maupun pembeli.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat, baik para pedagang, petani, maupun pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum ini. Kehadiran kembali Pasar Sodan setiap hari Kamis diharapkan mampu memotong rantai distribusi pangan sehingga masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan juga mengimbau kepada seluruh pengguna pasar untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan pasar demi kenyamanan berbelanja bersama.

Mari kunjungi dan ramaikan Pasar Sodan setiap hari Kamis! Dukung produk lokal, sejahterakan ekonomi daerah. (Diskoperindag)

Lindungi Konsumen, Diskoperindag Sumba Barat Turun Langsung Awasi Peredaran Ayam Beku

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat melalui tim pengawasan bidang perdagangan melaksanakan kegiatan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran produk ayam beku di wilayah Kabupaten Sumba Barat selama dua hari, yakni pada tanggal 7–8 Mei dan 11-12 Mei 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga serta Kepala Bidang Perdagangan bersama staffnya masing-masing sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat memenuhi ketentuan keamanan, mutu, serta legalitas perdagangan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada:

📅 Kamis, 7 Mei 2026
🕛 Pukul 12.00 – 15.00 WITA

📅 Jumat, 8 Mei 2026
🕗 Pukul 08.00 – 11.00 WITA

📅 Senin, 11 Mei 2026
🕗 Pukul 08.00 – 11.00 WITA

📅 Selasa, 12 Mei 2026
🕗 Pukul 08.00 – 11.00 WITA

Dalam kegiatan sidak ini, tim melakukan pemeriksaan terhadap beberapa aspek penting, antara lain:

  • Legalitas produk dan pelaku usaha

  • Label, kemasan, dan informasi produk

  • Masa kedaluwarsa produk

  • Kondisi penyimpanan rantai dingin (cold chain)

  • Kesesuaian distribusi dan keamanan pangan

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar senantiasa mematuhi ketentuan perundang-undangan di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen.

Melalui kegiatan pengawasan secara berkala, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap tercipta iklim perdagangan yang sehat, tertib, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk

Meski Tanpa SDM Sendiri, Sumba Barat Tetap Gas Tera Ulang SPBU Hingga Malam

Waikabubak, 29 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat, melaksanakan kegiatan tera ulang pompa ukur bahan bakar minyak (SPBU) pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA di SPBU Tana Righu dan berlanjut hingga pukul 21.30 WITA di SPBU Wanukaka. Pelaksanaan tera ulang ini menghadirkan dua Pegawai Berhak Penera dari Kabupaten Sumba Timur, yaitu Jimmy Hendrik Yonathan, ST dan Maria Odella Gani, S.T.

Kerja sama lintas daerah ini menjadi bukti bahwa belum tersedianya SDM Pegawai Berhak di Kabupaten Sumba Barat bukan menjadi alasan menurunnya kekuatan tertib ukur di daerah. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terus berkomitmen memastikan perlindungan konsumen dan kepastian takaran bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan SPBU tetap terjaga serta tercipta perdagangan yang adil dan tertib ukur.

SPBU Wanukaka

SPBU Tana Righu

SPBU Wanukaka

Sidak Barang Kedaluwarsa di Kota Waikabubak !

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA ini menyasar sejumlah toko dan kios yang berada di sepanjang jalan umum di area Pasar Lama Waikabubak. Tim sidak melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai produk yang dijual oleh pedagang, khususnya makanan dan minuman kemasan, untuk memastikan tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta kelayakan produk yang beredar di pasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat melibatkan seluruh staf dinas, Pengawasan juga dilakukan secara terpadu bersama aparat dari Polres Sumba Barat, perwakilan dari BPOM, dinas kesehatan dan PPNS guna memastikan proses pemeriksaan berjalan optimal sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.

Selain melakukan pemeriksaan, tim sidak juga memberikan imbauan langsung kepada para pedagang agar lebih teliti dalam memeriksa masa berlaku produk sebelum dipasarkan kepada konsumen. Hal ini penting untuk menjaga keamanan pangan, melindungi konsumen dari risiko kesehatan, serta menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan sidak ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam memperkuat perlindungan konsumen serta memastikan tertib niaga di daerah. Diharapkan melalui pengawasan yang rutin dilakukan, para pelaku usaha semakin meningkatkan kesadaran untuk menjual produk yang aman, layak konsumsi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam membeli produk, terutama dengan selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi barang yang dibeli.

Menjelang HBKI, Koperindag Perkuat Pengendalian Harga Bapokting Sesuai HET

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) menjelang Hari Besar Keagamaan Ibadah (HBKI), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan kegiatan pengendalian harga agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan Polres, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mengawasi distribusi, pasokan, serta harga Bapokting di tingkat pelaku usaha dan pasar.

      

Melalui kegiatan ini, dilakukan pemantauan langsung terhadap harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang, serta komoditas penting lainnya. Selain pengawasan, pelaku usaha juga diberikan imbauan agar tetap mematuhi ketentuan HET demi melindungi daya beli masyarakat.

Dinas Koperindag berharap, dengan adanya kolaborasi ini, stabilitas harga Bapokting dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut HBKI dengan tenang, aman, dan nyaman tanpa terbebani oleh lonjakan harga.

           

Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Pengamanan HBKN Puasa & Idul Fitri 2026

Rapat Koordinasi Pengamanan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) jelang Bulan Puasa hingga Idul Fitri Tahun 2026 dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Aula Polres Sumba Barat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor antara Polres Sumba Barat dan Dinas Pertanian dalam rangka menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan selama periode HBKN.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis pengamanan, antisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta pengendalian harga dan pasokan komoditas pertanian menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta situasi yang aman, kondusif, serta terjaminnya kebutuhan masyarakat sehingga perayaan HBKN dapat berlangsung dengan lancar dan tertib di wilayah Kabupaten Sumba Barat.

Dari Tera ke Kepercayaan: Pengawasan Metrologi di Pasar Wee Karou

Pada hari Kamis, 08 Januari 2026, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumba Barat melaksanakan kegiatan pengawasan metrologi legal di Pasar Wee Karou. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang digunakan oleh para pedagang masih memenuhi ketentuan metrologi yang berlaku, sehingga menjamin kebenaran hasil ukur dalam transaksi perdagangan.

        

Pengawasan dilakukan dengan pengecekan tanda tera dan tera ulang terhadap timbangan milik pedagang yang sebelumnya telah disidang tera ulang pada tanggal 1–3 Oktober 2025. Melalui kegiatan ini, petugas memastikan bahwa tanda tera masih berlaku, tidak rusak, serta tidak terdapat perubahan atau penyimpangan pada alat timbang. Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen dan pedagang, serta menciptakan tertib ukur di Pasar Wee Karou.

              

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Satgas KDKMP se-Kabupaten Sumba Barat

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Satgas KDKMP se-Kabupaten Sumba Barat digelar sebagai upaya memperkuat sinergitas lintas sektor dalam mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan mengusung tema “Sinergitas dan Peran Serta Stakeholder dalam Pengembangan dan Peningkatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sumba Barat”, kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah, menyelaraskan kebijakan, serta memantapkan komitmen seluruh pihak dalam memperkuat KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Acara diawali dengan Bupati Sumba Barat yang memberikan arahan strategis sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat memaparkan laporan terkait data aset lahan sebagai dasar pengembangan KDKMP. Dari unsur penegakan hukum, Kejaksaan menyampaikan materi mengenai peran kejaksaan dalam mendukung pengembangan KDKMP, khususnya dari aspek pendampingan hukum. Sementara itu, Dandim 1613 melaporkan data aset siap bangun yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan infrastruktur koperasi.

Sebagai penguatan dari tingkat pusat, perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM RI, melalui Asisten Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi, memberikan pemaparan mengenai gambaran umum KDKMP, termasuk mekanisme pembiayaan yang memanfaatkan 30% Dana Desa sebagai jaminan, serta penjelasan terkait kriteria lahan yang layak dibangun oleh PT Agrinas sebagai mitra penyedia infrastruktur.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh stakeholder menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan KDKMP sebagai pilar pemberdayaan ekonomi desa/kelurahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat.

Optimalisasi Pelayanan Sentra Dekranasda melalui Kegiatan Bazaar UMKM

Dalam rangka optimalisasi pelayanan Sentra Dekranasda, kegiatan Bazaar UMKM dilaksanakan pada tanggal 27–29 November 2025 di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini berlangsung setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA dan menjadi sarana strategis dalam mendukung promosi serta pemasaran produk unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.

Bazaar UMKM menghadirkan berbagai produk lokal, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, dan hasil olahan kreatif lainnya. Melalui kegiatan ini, Sentra Dekranasda diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Antusiasme masyarakat yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan menjadi indikator positif terhadap peran Bazaar UMKM sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kabupaten Sumba Barat.

 

PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH

Kamis,20-22 November 2025
Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selama tiga hari di Kabupaten Sumba Barat (Aula Hotel Pelita) diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengurus koperasi agar mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan berdaya saing. Pelatihan ini diikuti oleh jajaran pengurus inti koperasi yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, dengan pembagian materi yang disesuaikan dengan peran masing-masing.

Hari Pertama – Pelatihan untuk Ketua Pengurus

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan ketua pengurus koperasi. Peserta memperoleh materi mengenai peran strategis ketua dalam memimpin organisasi, penguatan visi-misi koperasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta manajemen konflik internal. Selain itu, peserta dibekali dengan pemahaman tentang pengembangan rencana kerja tahunan, strategi pembinaan anggota, dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas koperasi. Sesi diskusi dan studi kasus membantu ketua pengurus mengasah kemampuan dalam merespons dinamika organisasi secara efektif dan bijaksana.

Hari Kedua – Pelatihan untuk Sekretaris

Hari kedua difokuskan pada peningkatan keterampilan administrasi dan tata kelola dokumen bagi para sekretaris koperasi. Materi yang diberikan mencakup teknik pencatatan administrasi, penyusunan notulen rapat, pengelolaan arsip, penyusunan laporan kegiatan, serta tata cara korespondensi resmi koperasi. Peserta juga mempelajari penggunaan teknologi sederhana untuk mendukung administrasi yang lebih tertib dan efisien. Melalui simulasi penyusunan dokumen dan praktik langsung, sekretaris diharapkan mampu mengelola administrasi koperasi secara profesional dan sistematis.

Hari Ketiga – Pelatihan untuk Bendahara

Pada hari ketiga, pelatihan diperuntukkan bagi bendahara koperasi dengan fokus pada penguatan kapasitas pengelolaan keuangan. Peserta menerima materi mengenai prinsip akuntansi koperasi, pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan bulanan dan tahunan, pengelolaan kas, hingga mekanisme audit internal. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya transparansi keuangan sebagai dasar kepercayaan anggota. Sesi praktik pencatatan dan simulasi laporan keuangan menjadi ajang bagi bendahara untuk menerapkan langsung teknik yang diajarkan.

Dengan terselenggaranya pelatihan yang terstruktur berdasarkan tugas dan fungsi pengurus, diharapkan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sumba Barat dapat dikelola dengan lebih baik, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.